Topik Kesehatan
Topik Populer

Dua Produsen Probiotik di Inggris Menarik Klaim

06 Oct, 2009 @ 09:37 am GMT

BADAN pengawas makanan Eropa (European Food Standards Authority/EFSA) menyatakan, dua produk probiotik yang paling laku di pasaran Inggris, Actimel dan Yakult telah menarik klaim mereka bahwa minuman yogurt dengan kadar pemanis rendah mampu membantu membunuh organisme berbahaya di dalam usus sekaligus juga meningkatkan sistem imun sebelum dilakukan pemeriksaan.

Pendapat industri probiotik dengan klaim tersebut disangkal oleh tim peneliti dari EFSA. Mereka menyatakan bahwa minuman yogurt probiotik dengan kandungan bakteri baik untuk memperbaiki kesehatan tidak bisa dibuktikan.

Akan tetapi, tim dari EFSA membuang 180 klaim yang dibuat mengenai bahan-bahan probiotik. Sepuluh klaim serentak dinyatakan palsu sedang 170 lainnya tidak bisa dipelajari karena tidak tersedia bukti yang cukup untuk mengukur klaim tersebut.

Dengan adanya temuan ini, berarti produsen dari berbagai produk probiotik seperti suplemen, yogurt dan minum berprobiotik sudah tidak bisa lagi membuat klaim mengenai produk mereka. Selain itu, EFSA juga memerintahkan pencabutan label dari vitamin-vitamin dan mineral yang mengklaim bisa memperbaiki daya pandang, menurunkan tekanan darah atau melawan kolesterol. 

Petugas berwenang EFSA menegaskan, sekitar 2/3 dari 523 klaim tidak bisa dibuktikan dengan bukti yang berarti. "Klaim dari produk-produk ini telah dipelajari tetapi hasilnya negatif, para peneliti kami tidak mempunyai butki yang cukup  untuk mengevalusia mereka," tutur juru bicara EFSA, seperti dikutip situs dailymail.

Dalam studi ini EFSA melihat lebih dari 200 tipe makanan atau suplemen termasuk vitamin, mineral, serat, lemak-lemak, karbohidrat, bakteri probiotik dan substansi botanikal. Dan hasil temuan ini, menurut keterangan dari EFSA, akan digunakan sebagai dasar untuk menindak perusahaan-perusahaan yang mengemas produk mereka dengan klaim sehat yang palsu.

Bagi artikel ini:
IBT Health
IBTimes.com Web
Partners
International Business Times© 2010 The Ibtimes, Indonesia. All Rights Reserved. Kebijakan Penggunaan | Periklanan | Tentang Kami | Hubungi Kami | Arsip