Industri Nasional Perlu Ada Daya Saing di Pasar Dunia
JAKARTA - Direktur Global Nexus Institute Christianto Wibisono mengatakan bahwa supaya Indonesia terutama dalam industri nasional dapat mempunyai daya saing di pasar dunia maka Indonesia harus membuat suatu kebijakan yang efektif dan kuat.
Atas Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (CAFTA) bahwa China akan mengalirkan produk mereka ke Indonesia, begitu juga Indonesia perlu untuk memenuhi pasar China dengan produk sendiri.
Seperti dalam data WTO atau Organisasi Perdagangan Dunia pada 2008, Indonesia tidak termasuk dalam 50 eksportir teratas dunia. Sedangkan di Asia Tenggara, Indonesia sendiri berada di posisi ke-31 dengan nilai 139,3 milyar dolar AS.
Jadi ada kekuatiran bahwa CAFTA akan membuat industri seperti industri kabel dari PT Elektrik Tbk sulit bersaing di pasar domestik, karena pemerintah China sendiri memberikan kemudahan bagi industri-industri untuk mengekspor 13% dengan insentif pajak dan bunga kredit rendah.
Dikatakan oleh seorang penulis bahwa China mempunyai pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, diperkirakan pada tahun 2025 nanti China akan menduduki posisi yang sama dengan AS dalam PDB (Produk Domestik Bruto) senilai 20,000 milyar dolar AS.
- 1 Indonesia Dapatkan Dana 70 Juta Dolar AS dari Australia
- 2 Defisit Perdagangan AS Turun
- 3 Utang Indonesia Meningkat Krn Situasi Politik
- 4 Pasar Indonesia Tempat Investasi Bagi Investor Asing
- 5 Inggris: Defisit Perdagangan Ekspor Impor Turun
- 6 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia I Capai 5%
- 7 110 Perusahaan Investasi Asing Tertarik Pada Pasar Indonesia


















