Pemerintah Targetkan Penghematan PLN Rp6,17 Triliun
JAKARTA: PT PLN (persero) dipaksa untuk terus berbenah dan mengefisienkan operasinya. Tahun 2009, pemerintah meningkatkan target penghematan PLN menjadi Rp6,17 triliun, dari Rp5 triliun tahun 2008.
"Target ini kita tetapkan, sekaligus sebagai pengamanan subsidi listrik tahun 2009," ujar Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII, di Jakarta, Senin (8/9).
Penghematan tenaga listrik, pertama diperoleh dari program percepatan penggantian bahan bakar solar (HSD) menjadi MFO (Marine Fuel Oil) senilai Rp1,94 triliun. MFO-nisasi antara lain dilakukan untuk PLTGU Tambak Lorok sebesar Rp1,33 triliun. PLTD Pesanggaran, Bali Rp0,12 triliun, PLTD-PLTD di luar Jawa senilai Rp0,04 triliun.
Penghematan kedua, adalah menurunkan susut jaringan (losses) dan optimalisasi pemeliharaan dan administrasi sebesar Rp0,55 triliun. Ketiga, penghematan dari penerapan tarif nonsubsidi untuk pelanggan 6.600 VA ke atas, yang ditargetkan Rp4,13 triliun.
"Ini terdiri atas pelanggan non subsidi Rumah Tangga Rp0,53 triliun. Selanjutnya pelanggan bisnis Rp3,23 triliun, dan pelanggan pemerintah Rp0,37 triliun," tegas Purwono.
Sementara itu tahun 2008, target penghematan PLN sebesar Rp5 triliun, ditargetkan melalui MFO-nisasi sebesar Rp0,8 triliun. Gasifikasi PLTGU Muara Tawar sebesar Rp1 triliun, dan penekanan susut serta efisiensi internal yang nilainya Rp0,5 triliun. Sisanya sebesar Rp2,7 triliun dari penerapan tarif non subsidi ke pelanggan 6.600 VA ke atas.
Pada tahun 2009, DPR dan pemerintah juga menyepakati asumsi subsidi listrik Rp60,43 triliun. Dengan asumsi pertumbuhan permintaan terhadap listrik dapat ditekan dari proyeksi 6,72% menjadi 5,63%.
Asumsi lainnya, harga gas dari semula US$3,47 per MMBTU menjadi US$3,7 per MMBTU, dan harga batubara dari Rp650/kg menjadi Rp750/kg.
Pemerintah juga mengajukan marjin usaha untuk PLN sebesar 1%. Dengan angka itu, ditargetkan PLN dapat meraih laba Rp1-Rp2 triliun ada tahun depan, sehingga bisa turut menyumbangkan dividen bagi negara. "Tahun ini kan PLN tidak dapat marjin, makanya dengan marjin 1% itu, PLN harus lebih sehat," ujarnya.
Direktur Keuangan PLN Setyo Dewo Anggoro mengatakan, marjin sebesar 1% tersebut akan meningkatkan profitabilitas (kemampuan menghasilkan laba perusahaan) PLN di mata investor.

















