Indonesia | Saturday, 7 November 2009
Markets
All IBTimes
Markets

Jelang Ramadhan, Waspadai Lonjakan Inflasi

Font Scale:
Posted 26 August 2008 @ 12:44 am GMT

Pemerintah harus mewaspadai dorongan terhadap laju inflasi, selain berupaya mengatasi ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari besar keagamaan nasional. Gejala menguatnya dorongan laju inflasi mulai terlihat dengan naiknya harga beberapa komoditas pangan, dua pekan menjelang bulan Ramadhan. Demikian dikatakan Bambang Soesatyo, Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia, Senin (25/8), di Jakarta.

Article Tags
defisit lonjakan pangan pokok regulator suplai

Bambang mengatakan, ketetapan pemerintah yang akan menoleransi kenaikan harga komoditas pangan pada kisaran 5-10 persen pun bisa menjadi blunder, karena berpotensi menstimulir gerak liar kenaikan harga komoditas pangan. Kecenderungan ini dikhawatirkan akan mendongkrak inflasi sepanjang Agustus, September hingga Oktober.

Selain faktor toleransi kenaikan harga oleh pemerintah, ancaman terhadap laju inflasi juga datang dari defisit pasokan beberapa komoditas, terutama defisit telur, cabai dan kacang tanah. Pemerintah memperkirakan sepanjang September, Oktober, dan Desember akan terjadi defisit suplai telur ayam ras 50.900 ton. "Mestinya, defisit suplai komoditas kebutuhan pokok tidak dibiarkan terjadi. Sebab, defisit suplai beberapa komoditas ini akan memancing spekulan menahan barang untuk kemudian menaikkan harga dengan skala tinggi," ujar Bambang.

Meski demikian, Kadin memberikan apresiasi upaya pemerintah yang fokus pada upaya ketersediaan komoditas beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, kacang tanah dan cabai guna mengamankan kebutuhan masyarakat merayakan hari besar keagamaan nasional, dari bulan ramadhan, Idul Fitri, Natal hingga Tahun Baru.

Menurut dia, laju inflasi Agustus, September dan Oktober berpotensi sama dengan Mei-Juni 2008, yang melonjak akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, lonjakan harga gas elpiji dan kelangkaan BBM di sejumlah daerah yang kemudian diikuti dengan lonjakan harga. Kecenderungan inilah yang harus diwaspadai. Karena itu, selain mengamankan ketersediaan dan distribusi, pemerintah sebagai regulator juga harus mampu mengendalikan harga.

IBTimes RSS
E-Newsletters : Enter your Email for Fast News & Opinions
advertisement
Top Stories on Markets
Advertisement
advertisement