Indonesia | Friday, 12 March 2010
Global News
All IBTimes
Global News

Rusia Akui Kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia

Font Scale:
Posted 26 August 2008 @ 07:22 pm GMT

MOSKOW: Rusia secara mengejutkan mengakui kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia. Hal itu disampaikan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, Selasa (26/8) dalam sebuah pernyataan di televisi.

Article Tags
abkhazia integritas kemerdekaan ossetia prinsip

"Rusia mengimbau negara bagian lain ikut melakukan hal ini. Ini memang bukan pilihan yang mudah. Tapi hanya ini cara untuk menyelematkan warga di dua wilayah tersebut," jelas Medvedev.

Ia menambahkan Rusia telah menunjukkan kesabaran dan menahan diri terhadap Georgia dalam menangani masalah Ossetia Selatan dan Abkhazia. Menurutnya, proporsal Rusia yang diajukan ke Georgia soal pemecahan masalah di dua wilayah tersebut, sama sekali tidak mendapat jawaban. "Sayang sekali, Georgia serta NATO dan PBB juga mengabaikan proporsal tersebut," jelas Medvedev.

Pernyataan ini langsung disambut gembira warga di kedua wilayah yang selama ini melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Georgia. Renteten tembakan dilepaskan warga di jalan-jalan utama di dua wilayah tersebut.

Di ibukota Abkhazia, Sukhumi warga lokal langsung berkeliling kota menggunakan mobil sambil mengibar bendera Abkhazia, Ossetia Selatan, serta Rusia. "Ini merupakan hari terbesar dalam sejarah negara dan rakyat kami," ungkap pimpinan Ossetia Selatan, Eduard Kokoity.

Dukungan Rusia atas kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia ini langsung memunculkan kecaman dari negara-negara barat, terutama Amerika Serikat dan sekutunya. "Kami tidak takut apapun," tegas Medvedev menyinggung kemungkinan kemungkinan dukungan ini akan menjadi pemicu munculnya Perang Dingin yang baru.

Menteri Luar Negeri Amerika, Condoleezza Rice mengatakan langkah yang diambil Rusia ini sangat disayangkan. Rice juga menegaskan bahwa dunia internasional tetap mengakui batas wilayah Georgia yang selama ini diakui.

"Dukungan Rusia bertentangan dengan prinsip-prinsip tentang integritas sebuah wilayah dan prinsip dasar hukum internasional soal sebuah negara. Dengan alasan itu, pengakuan Rusia ini tidak bisa diterima," tegas jelas Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Sedangkan Menlu Inggris , David Miliband menilai keputusan Rusia tersebut bisa menambah panas situasi yang ada saat ini. Hal ini dinilai juga bisa membuat koalisi menentang agresi Rusia ke Georgia makin membesar.

IBTimes RSS
E-Newsletters : Enter your Email for Fast News & Opinions