Indonesia | Saturday, 7 November 2009
Global News
All IBTimes
Global News

Ribuan Demonstran Serbu Stasiun Televisi Thailand

Font Scale:
Posted 26 August 2008 @ 07:22 pm GMT

BANGKOK: Ribuan demonstran menyerbu stasiun televisi pemerintah Thailand, NBT, Selasa (26/8), menyebabkan terhentinya siaran, sebagai bagian dari unjuk rasa dalam usaha menggulingkan pemerintah koalisi.

Article Tags
demonstran koalisi revolusi televisi unjukrasa

Para wartawan NBT meninggalkan studio mereka dan pindah ke sebuah ruangan di markas besar Polisi Lalulintas Bangkok, dimana mereka mulai melakukan siaran setelah satu jam terganggu.

"Kami tidak dapat melakukan siaran dari kantor pusat Vibhavadi karena ada 5.000 pemrotes di kompleks itu," kata pemimpin NBT Suriyong Hoonthasarn kepada wartawan.

Sebelumnya, polisi menahan 80 orang yang membawa pistol, tongkat golf dan pisau setelah mereka menerobos masuk ke studio-studio NBT sebagai bagian mengawali protes-protes lebih luas yang diselenggarakan PAD. Ketika ribuan para pendukung PAD berkumpul, polisi berdiri di kompleks itu.

Kepala stasiun televisi itu Suriyong mengatakan para pengunjukrasa mendeklarasikan tindakan itu satu 'hari revolusi rakyat'.

PAD mengatakan mereka sedang mengusahakan ratusan ribu orang akan bergabung dalam satu unjukrasa ke Kantor Pemerintah yang memaksa Perdana menteri Samak Sundaravej memindahkan sidang kabinet mingguannya ke kompleks militer utara Bangkok.

Sebelumnya, dalam satu wawancara televisi, Senin (25/8), Samak, yang dituduh PAD merupakan kepanjangan tangan Thaksin mengatakan, ia tidak terancam oleh unjukrasa itu dan akan tetap melakukan sidang kabinet mingguannya.

"Jika mereka melanggar undang-undang, mereka akan ditangani sesuai dengan peraturan," katanya.

Panglima militer Jenderal Anupong Paochinda mengatakan militer tidak akan turun tangan untuk memulihkan ketertiban.

"Militer tidak akan melakukan kudeta. Rakyat dijamin mengenai hal itu," katanya kepada televisi saluran 3. "Ini adalah tugas polisi.".

IBTimes RSS
E-Newsletters : Enter your Email for Fast News & Opinions
advertisement
Top Stories on Global News
Advertisement
advertisement