Ribuan Demonstran Serbu Stasiun Televisi Thailand
BANGKOK: Ribuan demonstran menyerbu stasiun televisi pemerintah Thailand, NBT, Selasa (26/8), menyebabkan terhentinya siaran, sebagai bagian dari unjuk rasa dalam usaha menggulingkan pemerintah koalisi.
Para wartawan NBT meninggalkan studio mereka dan pindah ke sebuah ruangan di markas besar Polisi Lalulintas Bangkok, dimana mereka mulai melakukan siaran setelah satu jam terganggu.
"Kami tidak dapat melakukan siaran dari kantor pusat Vibhavadi karena ada 5.000 pemrotes di kompleks itu," kata pemimpin NBT Suriyong Hoonthasarn kepada wartawan.
Sebelumnya, polisi menahan 80 orang yang membawa pistol, tongkat golf dan pisau setelah mereka menerobos masuk ke studio-studio NBT sebagai bagian mengawali protes-protes lebih luas yang diselenggarakan PAD. Ketika ribuan para pendukung PAD berkumpul, polisi berdiri di kompleks itu.
Kepala stasiun televisi itu Suriyong mengatakan para pengunjukrasa mendeklarasikan tindakan itu satu 'hari revolusi rakyat'.
PAD mengatakan mereka sedang mengusahakan ratusan ribu orang akan bergabung dalam satu unjukrasa ke Kantor Pemerintah yang memaksa Perdana menteri Samak Sundaravej memindahkan sidang kabinet mingguannya ke kompleks militer utara Bangkok.
Sebelumnya, dalam satu wawancara televisi, Senin (25/8), Samak, yang dituduh PAD merupakan kepanjangan tangan Thaksin mengatakan, ia tidak terancam oleh unjukrasa itu dan akan tetap melakukan sidang kabinet mingguannya.
"Jika mereka melanggar undang-undang, mereka akan ditangani sesuai dengan peraturan," katanya.
Panglima militer Jenderal Anupong Paochinda mengatakan militer tidak akan turun tangan untuk memulihkan ketertiban.
"Militer tidak akan melakukan kudeta. Rakyat dijamin mengenai hal itu," katanya kepada televisi saluran 3. "Ini adalah tugas polisi.".
- 1 Presiden AS Barack Obama Pilih Penasehat Baru Untuk Manufaktur
- 2 Latvia Akan Menerima Pinjaman Kedua dari IMF
- 3 Berkat Adanya Strategi Pemulihan, Ekonomi AS Mulai Stabil
- 4 Fed Tetap Aktif dan Cari Strategi Guna Pemulihan Ekonomi
- 5 Ekonomi Asia Akan Pulih Pertamanya Disusul AS
- 6 AS Gandakan Senjata dan Amunisi Kepada Somalia
- 7 Presiden AS Barack Obama Bantu Dana Utk Kendaraan Listrik
|


















